KORAN BINTANG POS SEBAGAI SARANA ASPIRASI, KOMUNIKASI, INFORMASI DAN PROMOSI BAGI PUBLIK (Hub : 031-8832649 / 081234399977)

Feriyal Resmi Di-PAW, Nawardhi Masih Nyantol

feriyal

SURABAYA - Mantan kader Partai Demokrat (PD) Jawa Timur Feriyal Naftalis Zahra akhirnya dicopot dari anggota DPRD Jawa Timur. Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) politisi yang loncat partai ke PKB itu dilakukan dalam rapat paripurna di DPRD Jatim, Rabu (6/11).

“Semua mekanisme pergantian Feriyal ini sudah kami lalui dengan benar,” ujar Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar usai rapat paripurna.

Dia menjelaskan, Feriyal digantikan oleh Ahmad Muhaimin yang juga kader Demokrat. Pergantian Feriyal sendiri akhirnya terlaksana setelah semua unsur pimpinan dewan menandatangani proses tersebut. “Makanya surat dewan ke KPU Jatim soal PAW tidak ada masalah termasuk soal penggantinya, yaitu Ahmad Muhaimin sehingga langsung kami teruskan ke Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri),” tambahnya.

Dikatakannya, PAW Feriyal sendiri ini dilakukan sudah melalui mekanisme dan aturan yang benar. Semua proses sudah dilakukan mulai dari  penandatanganan empat pimpinan DPRD Jatim, kemudian dilakukan tandatangan oleh Ketua Partai, dan dikirim ke KPU dan Mendagri.”Sudah tidak ada masalah lagi,” tegasnya.

Memang, proses pergantian Feriyal berjalan alot. Kondisi itu disebabkan karena beberapa pimpinan dewan sempat enggan menekan sehingga PAW Feriyal tidak bisa diproses KPU Jatim. Belakangan, beberapa pimpinan dewan itu akhirnya mau menandatangani proses PAW sehingga suratnya bisa dikirimkan ke Kemendagri.

”Yang jelas untuk pengangkatan anggota dewan yang baru dari Partai Demokrat sudah selesai,” tambahnya.

Seperti diketahui, dua anggota DPRD Jatim yakni Feriyal Naftalis Zahra di-PAW karena maju menjadi calon anggota legislatif (caleg) dengan loncat partai, dari Demokrat ke PKB. Sedangkan, Ahmad Nawardhi di-PAW karena maju menjadi calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim. Berbeda dengan Feriyal, Nawardhi melakukan perlawanan dengan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sehingga proses pergantiannya tersendat.

Sementara, Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad menjelaskan sampai saat ini proses gugatan terhadap PAW Ahmad Nawardhi masih berjalan. KPU Jatim masih menunggu keputusan hukum tetap untuk memprosesnya. “PAW Nawardhi ditandatangani semua pimpinan dewan, tapi  Nawardhi melawan dengan mengajukan gugatan ke pengadilan,” beber Andry.

Dia menjelaskan, mekanisme PAW terhadap anggota dewan memang sudah ada ketentuannya. Termasuk tanda tangan dari semua unsur pimpinan DPRD Jatim. “Kalau sudah sesuai mekanisme, tentu kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Sosiolog Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ali Imron menilai proses pergantian Nawardhi diprediksi akan rumit. Pasalmya, kalau yang bersangkutan mengajukan banding atau kasasi sampai tingkat MA, maka KPU Jatim tidak bisa memprosesnya. Padahal, masa jabatan anggota DPRD Jatim hanya menunggu hitungan bulan saja.

”Kalau sudah masuk gugatan sepertinya akan panjang prosesnya. Di satu sisi masa kerja anggota dewan kan tinggal beberapa bulan saja,” pungkasnya.spo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Ada Komentar, Berita, Artikel Yang mau Di liput / ditayangkan d www.Bintangpos.com kirim via Email : redaksibintangpos@gmail.com