KORAN BINTANG POS SEBAGAI SARANA ASPIRASI, KOMUNIKASI, INFORMASI DAN PROMOSI BAGI PUBLIK (Hub : 031-8832649 / 081234399977)

5.499 RTS Belum Terima BLSM

tabel-Penerima-dana-BLSM

Sidoarjo – Pencairannya Ditunda, 15 di Antaranya Miliki Kartu Ganda Sidoarjo- Pnerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kota Delta diketahui ada yang memiliki kartu BLSM ganda.

Dari 78.103 Rumah Tangga Sederhana (RTS), 15 di antaranya mendapatkan kartu BLSM ganda itu.

Hal ini terungkap setelah Pemerintah Desa (Pemdes) melakukan verifikasi terhadap data penerima BLSM yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Selain itu juga ditemukan 5.499 RTS yang ditunda penerimaannya.

Data ini diungkapkan Kepala Kantor Pos Sidoarjo, Muhamad Nasichin.Menurutnya verifikasi data tersebut dilakukan oleh Pemdes sendiri.

Sebelumnya data penerima yang diterima kantor pos dibagikan kepada masing-masing pemdes.

Selanjutnya pemdes akan mengirim surat undangan kepada penerima untuk mengambil BLSM di kantor desa atau kecamatan. Dari verifikasi inilah terdekteksi ada 15 RTS yang memiliki kartu BLSM ganda.

Untuk sementara, pencairan dananya ditunda dan anggarannya bakal dikembalikan lagi ke pemerintah pusat. Nasichin berharap agar pemdes segera mengajukan pengganti sehingga pemerintah bisa menetapkan daftar penerima BLSM yang baru.

“Targetnya akhir Desember tahun ini pembagian BLSM tahap pertama sudah selesai semua,” katanya.

Sementara itu dari 78.103 RTS masih terdapat 9.283 RTS yang belum menerima BLSM. Jumlah tersebut sudah termasik penerima ganda dan yang ditunda. Sedangkan 3.769 lainnya belum mengambil dana tersebut dengan berbagai alasan.

“Namun kartunya sudah kami antarkan ke rumah dan mereka bisa mengambil dana ke kantor pos setempat,” terangnya.

Ia menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan penundaan penerimaan dana kompensasi kenaikan harga BBM tersebut.

Misalnya, penerima sudah meninggal dunia, pindah alamat ke desa lain atau dianggap sudah mapan oleh Pemdes.

“Kriteria mapan yang menentukan pemdes sendiri, kita hanya membagikan,” tuturnya.

Selanjutnya pemdes akan mengajukan pengganti sejumlah yang ditunda ke pemerintah pusat. (Ksd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Ada Komentar, Berita, Artikel Yang mau Di liput / ditayangkan d www.Bintangpos.com kirim via Email : redaksibintangpos@gmail.com