KORAN BINTANG POS SEBAGAI SARANA ASPIRASI, KOMUNIKASI, INFORMASI DAN PROMOSI BAGI PUBLIK (Hub : 031-8832649 / 081234399977)

Dua Kursi Pimpinan DPRD Jombang Kosong

NYONO-sip

Bintang Pos, JOMBANG-Dua kursi wakil ketua DPRD DPRD Jombang saat ini kosong. Masing-masing, satu kursi  yang sebelumnya diduduki politisi Partai Golkar Nyono Suharli. Sedangkan satu kursi lagi yang kosong adalah kursi yang sebelumnya diduduki Hartono, politisi Partai Demokrat (PD). 

Kursi milik Nyono sejak 10 Juni kosong karena yang bersangkutan ditetapkan sebagai bupati terpilih oleh KPU pada pilbup yang digelar 5 Juni lalu. Sedangkan kursi milik Hartono, kini lowong karena yang bersangkutan meninggal dunia, Sabtu (6/7/2013) lalu.

Kekosongan dua jabatan wakil ketua DPRD ini terlihat saat pembahasan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2012 serta Dua Raperda tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan RSUD dan Raperda tentang Organisasi dan tata kerja RSUD, Senin (8/7/2013).

Dalam paripurna tersebut, dari empat pimpinan DPRD (satu ketua dan tiga wakil ketua) hanya terisi dua pimpinan DPRD. Yakni Ketua DPRD Bahana Bela Binanda (dari PDIP), dan Wakil Ketua Mas’ud Zuremi (PKB).

Bahana Bela Binanda usai paripurna mengatakan untuk kursi wakil ketua pengganti Nyono kini sedang dalam proses. Itu setelah proses penggantian antar waktu (PAW) atas Nyono tuntas.

“Usulan PAW Pak Nyono sudah disetujui oleh Gubernur Jatim. Rencananya pelantikan dilaksanakan 15 Juli ini,” ujarnya. Sebagai pengganti Nyono sebagai anggota DPRD adalah Sunardi.

Setelah proses PAW tuntas, kata Bela, baru dilakukan proses pengisian wakil ketua yang ditinggalkan Nyono. Penggantinya, sambung Bela, juga dari Partai Golkar.

“Yang diusulkan Fraksi Partai Golkar adalah Pak Mastur Baidlowi, ketua fraksi  yang bersangkutan,” jelas Bela. Partai Golkar sendiri di DPRD memiliki 7 kursi, sehingga mendapat jatah kursi wakil ketua.

”Usai pelaksanaan PAW, selanjutnya proses usulan pergantian pimpinan. Prosesnya, menurut Bela, sama dengan pergantian anggota dewan dan harus diusulkan ke gubernur.

Sedangkan untuk penggantian Hartono, wakil ketua DPRD dari PD, Bela mengatakan, hingga kini PD belum mengajukan PAW atas meninggalnya Hartono. ”Lagi pula baru kemarin meninggalnya. Butuh proses lah,” terangnya.

Bela menambahkan pada prinsipnya, dia langsung memproses usulan PAW dan pergantian pimpinan yang masuk kepada dirinya. Apalagi persyaratan administrasi lengkap dipenuhi partai yang bersangkutan.

”Biasanya administrasinya yang lama, karena harus memperbaharui semua persyaratan. Seperti SKCK dan sebagainya. Tapi rata-rata proses PAW mulai dari pengajuan hingga persetujuan gubernur sekitar satu bulan,” pungkas Bela yang juga Sekretaris DPC PDIP Jombang ini.

Ketua DPC Partai Demokrat Gangsar Raharja enggan berkomentar soal pengganti Hartono, baik sebagai anggota DPRD maupun sebagai wakil ketua DPRD. ”Belum dibahas, kan baru kemarin meninggalnya,“ jawab Gangsar yang juga anggota DPRD setempat.sry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Ada Komentar, Berita, Artikel Yang mau Di liput / ditayangkan d www.Bintangpos.com kirim via Email : redaksibintangpos@gmail.com